"Segala puji hanya bagi Allah, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan kepada seluruh pengikutnya yang selalu mengikuti jalan petunjuk-Nya.
Allah SWT menjajikan curahan Rahmatnya kepada hamba-hambanya yang selalu berbuat baik, sebaliknya Allah juga berkenan untuk menurunkan azab dan siksa bagi makhluq-makhluqnya yang suka berbuat durhaka dan melampaui batas. Dua sisi mata uang yang pasti akan dirasakan oleh setiap umat manusia yang hidup di dunia.
Banyak ayat Allah yang memberitahukan tentang Kehendak Allah untuk menurunkan rahmat-Nya kepada umat manusia yang sedang hidup di muka bumi, antara lain, yang artinya.
Dan ta’atilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat. (QS. 3:132)
Dan al-Qur’an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertaqwalah agar kamu diberi rahmat, (QS. 6:155)
sebagian dari kamu mungkin sudah mengenal atau pernah mendengar kata ta’aruf, di dalam islam sendiri ta’aruf diartikan sebagai mengenal, dalam artian kita tuh di suruh untuk saling mengenal kepada orang lain, ga cuma di lingkungan sekitar aja tapi juga kepada semua, terlebih lagi dengan saudara muslim. Dalam surat cintanya, Alloh menganjurkan kita untuk saling ta’aruf, buat kamu2 yang sudah nikah ayatnya populer banget n biasanya di tempatin di undangan walimah . Yup, bener banget, Surat Al Hujuraat ayat 13, kurang lebih begini arti ayatnya ” Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi MahaMengenal. “
Mungkin sedikit pengertian mengenai ta’aruf tadi sudah membuka wawasan kamu2 semua, paling ga mengerti apa itu ta’aruf maaf taunya baru segitu aja hi hi hi..!! ntar nyambung lagi klo udah baca referensi buku yang lainnya. But, kali ini saya teh mau sharing ke kamu2 semua mengenai ta’aruf yang lebih spesifik, tau donk….!! he he he…!!
Mungkin sedikit pengertian mengenai ta’aruf tadi sudah membuka wawasan kamu2 semua, paling ga mengerti apa itu ta’aruf maaf taunya baru segitu aja hi hi hi..!! ntar nyambung lagi klo udah baca referensi buku yang lainnya. But, kali ini saya teh mau sharing ke kamu2 semua mengenai ta’aruf yang lebih spesifik, tau donk….!! he he he…!!
Amanat adalah suatu kewajiban yang harus ditunaikan. Orang yang tidak menunaikan amanat berarti ia khianat. Kita semua orang yang beriman telah membaca dua kalimat syahadat, yaitu :
اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ، وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
Aku bersaksi bahwasanya tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwasanya Nabi Muhammad adalah utusan Allah.
Dengan mengucapkan syahadat tersebut berarti kita telah berjanji bahwa kita bersedia tha’at kepada Allah dan Rasul-Nya, maka kita wajib melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya, dan kita wajib menjauhi apa yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya. Allah SWT memerintahkan kepada kita agar memenuhi janji atau menunaikan amanat dan melarang khianat. Firman Allah SWT :
ياَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْا اَوْفُوْا بِاْلعُقُوْدِ
Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu. [QS. Al-Maidah : 1]
وَ اَوْفُوْا بِعَهْدِيْ اُوْفِ بِعَهْدِكُمْ، وَ اِيَّايَ فَارْهَبُوْنِ
Dan Penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu; dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk). [QS. Al-Baqarah : 40]
Gadis berkerudung
Isi jiwaku merengkuh dalam isi jiwamu
Senyummu hangatkan hatiku yang membeku
Nafasmu segarkan panorama surgawi
Menyinari jalanku yang gelap mencekam
Gadis berkerudung
Datanglah dengan senyuman dalam hatiku yang rapuh
Kan kulukis indah wajahmu dengan pelangi dilangit
Kau bagai bintang yang berkedip hiasi malam
Disuasana dingin menyelimuti heningnya malam
Gadis berkerudung
Akankah kau puja seperti yang ku puja
Meniti kehidupan dalam angan-angan yang nyata
Membasuh kerinduan yang akan kubawa
Disetiap hembusan angin yang membawa kerinduan ku
Gadis berkerudung
Aku butuh cinta kasih sayang mu
Genggamlah tanganku yang rapuh tak berdaya
Meniti segala kehidupan yang kian membeku
Demi kebahagiaan antara kau dan aku
Dia yg termenung dan termangu. Seakan tersedot kedalam lubang hitam dalam pikiranya yg nyaris beku.
Perangai itu masih di sana.
Perangai yg menghubungkan antara hati dan logika.
Sebuah antagonistik yg masih menjelajahi kelimbungan. Dan masih bermain dengan kesetiaan atau mungkinkah ini adalah sebuah penghianatan?
Persetan dengan etika!
Bibir berkata, hati berkelana, dan otak menyimpang entah kemana.
Semua begitu kontradiksi
tidak ada jelasan
tidak ada keselarasan
dan sosok individu hilang dari kriteria tegas atas sebuah karakteristik.
Dia hanyalah maya di atas dirinya...
Dia hanyalah abu2...
Dia hanyalah remang...
Dia tidak cukup nyata untuk menjadi nyata.
Perangai itu masih di sana.
Perangai yg menghubungkan antara hati dan logika.
Sebuah antagonistik yg masih menjelajahi kelimbungan. Dan masih bermain dengan kesetiaan atau mungkinkah ini adalah sebuah penghianatan?
Persetan dengan etika!
Bibir berkata, hati berkelana, dan otak menyimpang entah kemana.
Semua begitu kontradiksi
tidak ada jelasan
tidak ada keselarasan
dan sosok individu hilang dari kriteria tegas atas sebuah karakteristik.
Dia hanyalah maya di atas dirinya...
Dia hanyalah abu2...
Dia hanyalah remang...
Dia tidak cukup nyata untuk menjadi nyata.
*Kapan kita kembali ke malam dimana kita melihat burung hantu bersandar mengintip kita di tepi danau berdua...
Masih jelas ku ingat ketika memimpin do'a untukmu, agarkita tetap dilindunginya, tuhan kita, dari kejadian yg menimpa sesuatu yg di sembunyikan di dasar air.
Aku masih juga ingat mengapa malam itu kita datang je tempat rahasia kita itu. Saat aku sedih, aku yang menunjukan jalan, namun kau yg mengajaku kesana. Itu tempat kesukaanku, itu yg ku katakan saat itu, tempatku tenangkan riak hati dalam ruang dada yg bergolak.
Dan hari ini masih sama, itu masih tempat yg sama, bahkan masih sama di hati ini walau kini aku lebih sering sendiri. Selalu sendiri. Dan burung hantu sudah letih menunggumu. Tidak lagi ia tertarik melihatku sedih duduk melesu di bawah pohonya. Apa lg mengenang tentang cerita sesuatu yg berada di dasar air itu. Burung hantu itu sudah jarang duduk di dahanya. Hanya sesekali melintas di atasku diam diam mengintai dirimu, apakah telah kembali.
*salam paling indah darinya untukmu. Ia masih mengharap melihatku dibawah pohonya menemaniku, walau kini aku akan berusaha membiasakan diri dengan kesendirian.
*salam paling indah pula dariku untukmu, jika bait bait ini tidak sampai padamu kuharap tidak kau lupakan aku yang sedang diam menunggu di tempat duduk di tepi danau. Tempat rahasia kita.
Dan terima kasih atas pemberianmu malam itu. Ia masih indah. Aku akan terus mengharapkan kau terus memberiku di tiap kehadiranya...
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ : أَوْصِنِيْ ، قَالَ : (( لَا تَغْضَبْ )). فَرَدَّدَ مِرَارًا ؛ قَالَ : (( لَا تَغْضَبْ )). رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Berilah aku wasiat”. Beliau menjawab, “Engkau Jangan Marah" Orang itu mengulangi permintaannya berulang-ulang, kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Engkau jangan marah!”
[HR. al-Bukhâri]
TAKHRIJ HADITS
Hadits ini shahîh. Diriwayatkan oleh: al-Bukhâri (no. 6116), Ahmad (II/362, 466, III/484), at-Tirmidzi (no. 2020), Ibnu Hibban (no. 5660-5661 dalam at-Ta’lîqâtul Hisân), ath-Thabrani dalam al-Mu’jamul-Kabîr (II/261-262, no. 2093-2101), Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf (no. 25768-25769), ‘Abdurrazzaq dalam al-Mushannaf (no. 20286), al-Baihaqi dalam Syu’abul-Îmân (no. 7924, 7926), al-Baihaqi dalam as-Sunanul-Kubra (X/105), al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah (XIII/159, no. 3580).
SYARAH HADITS
Sahabat yang meminta wasiat dalam hadits ini bernama Jariyah bin Qudamah Radhiyallahu ‘anhu. Ia meminta wasiat kepada Nabi dengan sebuah wasiat yang singkat dan padat yang mengumpulkan berbagai perkara kebaikan, agar ia dapat menghafalnya dan mengamalkannya. Maka Nabi berwasiat kepadanya agar ia tidak marah. Kemudian ia mengulangi permintaannya itu berulang-ulang, sedang Nabi tetap memberikan jawaban yang sama. Ini menunjukkan bahwa marah adalah pokok berbagai kejahatan, dan menahan diri darinya adalah pokok segala kebaikan.
Marah adalah bara yang dilemparkan setan ke dalam hati anak Adam sehingga ia mudah emosi, dadanya membara, urat sarafnya menegang, wajahnya memerah, dan terkadang ungkapan dan tindakannya tidak masuk akal.
Langganan:
Postingan (Atom)



