Dia yg termenung dan termangu. Seakan tersedot kedalam lubang hitam dalam pikiranya yg nyaris beku.
Perangai itu masih di sana.
Perangai yg menghubungkan antara hati dan logika.
Sebuah antagonistik yg masih menjelajahi kelimbungan. Dan masih bermain dengan kesetiaan atau mungkinkah ini adalah sebuah penghianatan?
Persetan dengan etika!
Bibir berkata, hati berkelana, dan otak menyimpang entah kemana.
Semua begitu kontradiksi
tidak ada jelasan
tidak ada keselarasan
dan sosok individu hilang dari kriteria tegas atas sebuah karakteristik.
Dia hanyalah maya di atas dirinya...
Dia hanyalah abu2...
Dia hanyalah remang...
Dia tidak cukup nyata untuk menjadi nyata.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar