Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan


Gadis berkerudung
Isi jiwaku merengkuh dalam isi jiwamu
Senyummu hangatkan hatiku yang membeku
Nafasmu segarkan panorama surgawi
Menyinari jalanku yang gelap mencekam

Gadis berkerudung
Datanglah dengan senyuman dalam hatiku yang rapuh
Kan kulukis indah wajahmu dengan pelangi dilangit
Kau bagai bintang yang berkedip hiasi malam
Disuasana dingin menyelimuti heningnya malam

Gadis berkerudung
Akankah kau puja seperti yang ku puja
Meniti kehidupan dalam angan-angan yang nyata
Membasuh kerinduan yang akan kubawa
Disetiap hembusan angin yang membawa kerinduan ku

Gadis berkerudung
Aku butuh cinta kasih sayang mu
Genggamlah tanganku yang rapuh tak berdaya
Meniti segala kehidupan yang kian membeku
Demi kebahagiaan antara kau dan aku
Dia yg termenung dan termangu. Seakan tersedot kedalam lubang hitam dalam pikiranya yg nyaris beku.
Perangai itu masih di sana.
Perangai yg menghubungkan antara hati dan logika.
Sebuah antagonistik yg masih menjelajahi kelimbungan. Dan masih bermain dengan kesetiaan atau mungkinkah ini adalah sebuah penghianatan?
Persetan dengan etika!
Bibir berkata, hati berkelana, dan otak menyimpang entah kemana.
Semua begitu kontradiksi
tidak ada jelasan
tidak ada keselarasan
dan sosok individu hilang dari kriteria tegas atas sebuah karakteristik.
Dia hanyalah maya di atas dirinya...
Dia hanyalah abu2...
Dia hanyalah remang...
Dia tidak cukup nyata untuk menjadi nyata.

*Kapan kita kembali ke malam dimana kita melihat burung hantu bersandar mengintip kita di tepi danau berdua...

Masih jelas ku ingat ketika memimpin do'a untukmu, agarkita tetap dilindunginya, tuhan kita, dari kejadian yg menimpa sesuatu yg di sembunyikan di dasar air.
Aku masih juga ingat mengapa malam itu kita datang je tempat rahasia kita itu. Saat aku sedih, aku yang menunjukan jalan, namun kau yg mengajaku kesana. Itu tempat kesukaanku, itu yg ku katakan saat itu, tempatku tenangkan riak hati dalam ruang dada yg bergolak.
Dan hari ini masih sama, itu masih tempat yg sama, bahkan masih sama di hati ini walau kini aku lebih sering sendiri. Selalu sendiri. Dan burung hantu sudah letih menunggumu. Tidak lagi ia tertarik melihatku sedih duduk melesu di bawah pohonya. Apa lg mengenang tentang cerita sesuatu yg berada di dasar air itu. Burung hantu itu sudah jarang duduk di dahanya. Hanya sesekali melintas di atasku diam diam mengintai dirimu, apakah telah kembali.
*salam paling indah darinya untukmu. Ia masih mengharap melihatku dibawah pohonya menemaniku, walau kini aku akan berusaha membiasakan diri dengan kesendirian.
*salam paling indah pula dariku untukmu, jika bait bait ini tidak sampai padamu kuharap tidak kau lupakan aku yang sedang diam menunggu di tempat duduk di tepi danau. Tempat rahasia kita.
Dan terima kasih atas pemberianmu malam itu. Ia masih indah. Aku akan terus mengharapkan kau terus memberiku di tiap kehadiranya...




          "Sahabatku, saat kita berbuat baik kepada tetangga atau tamu yang datang kerumah kita. Ada makna kebaikan yang harus di cermati untuk bisa disebut sebagai ketulusan. Ketulusan sendiri adalah hal yang amat lembut bersembunyi dilubuk hati dan bukan kata terucap dengan lidah.

Orang yang tidak berimanpun bisa berbuat baik kepada tetangga dengan memberi pertolongan, penghormatan atau santunan materi. Artinya berbuat baik kepada sesama itu hal yang lazim di lakukan, baik bagi yang beriman atau yang tidak beriman.

Yang harus senantiasa kita cermati adalah hal yang akan menjadikan kebaikan itu bermakna adalah Ketulusan, yaitu perbuatan baik yang semata-mata kita lakukan hanya mengharap balasan dari Allah SWT.

Hati-hatilah!! Ternyata dalam Ketulusan ada virus yang menghancurkan makna ketulusan, virus yang amat halus, sehalus ketulusan itu sendiri. Virus tersebut adalah Riyak, atau maksud yang tersembunyi di balik sebuah kebaikan yang dilakukan. Rasulullah SAW pernah menggambarkan virus tersebut seperti“ lembutnya langkah semut hitam yang berjalan dikegelapan malam di atas batu hitam “

Dan kita mungkin tidak menyadari atau bahkan tidak merasakan kapan masuknya virus tersebut, tiba-tiba sudah ada didalam hati.
 
Blogger Templates