*Kapan kita kembali ke malam dimana kita melihat burung hantu bersandar mengintip kita di tepi danau berdua...

Masih jelas ku ingat ketika memimpin do'a untukmu, agarkita tetap dilindunginya, tuhan kita, dari kejadian yg menimpa sesuatu yg di sembunyikan di dasar air.
Aku masih juga ingat mengapa malam itu kita datang je tempat rahasia kita itu. Saat aku sedih, aku yang menunjukan jalan, namun kau yg mengajaku kesana. Itu tempat kesukaanku, itu yg ku katakan saat itu, tempatku tenangkan riak hati dalam ruang dada yg bergolak.
Dan hari ini masih sama, itu masih tempat yg sama, bahkan masih sama di hati ini walau kini aku lebih sering sendiri. Selalu sendiri. Dan burung hantu sudah letih menunggumu. Tidak lagi ia tertarik melihatku sedih duduk melesu di bawah pohonya. Apa lg mengenang tentang cerita sesuatu yg berada di dasar air itu. Burung hantu itu sudah jarang duduk di dahanya. Hanya sesekali melintas di atasku diam diam mengintai dirimu, apakah telah kembali.
*salam paling indah darinya untukmu. Ia masih mengharap melihatku dibawah pohonya menemaniku, walau kini aku akan berusaha membiasakan diri dengan kesendirian.
*salam paling indah pula dariku untukmu, jika bait bait ini tidak sampai padamu kuharap tidak kau lupakan aku yang sedang diam menunggu di tempat duduk di tepi danau. Tempat rahasia kita.
Dan terima kasih atas pemberianmu malam itu. Ia masih indah. Aku akan terus mengharapkan kau terus memberiku di tiap kehadiranya...


0 komentar:

Posting Komentar

 
Blogger Templates