Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan

*Kapan kita kembali ke malam dimana kita melihat burung hantu bersandar mengintip kita di tepi danau berdua...

Masih jelas ku ingat ketika memimpin do'a untukmu, agarkita tetap dilindunginya, tuhan kita, dari kejadian yg menimpa sesuatu yg di sembunyikan di dasar air.
Aku masih juga ingat mengapa malam itu kita datang je tempat rahasia kita itu. Saat aku sedih, aku yang menunjukan jalan, namun kau yg mengajaku kesana. Itu tempat kesukaanku, itu yg ku katakan saat itu, tempatku tenangkan riak hati dalam ruang dada yg bergolak.
Dan hari ini masih sama, itu masih tempat yg sama, bahkan masih sama di hati ini walau kini aku lebih sering sendiri. Selalu sendiri. Dan burung hantu sudah letih menunggumu. Tidak lagi ia tertarik melihatku sedih duduk melesu di bawah pohonya. Apa lg mengenang tentang cerita sesuatu yg berada di dasar air itu. Burung hantu itu sudah jarang duduk di dahanya. Hanya sesekali melintas di atasku diam diam mengintai dirimu, apakah telah kembali.
*salam paling indah darinya untukmu. Ia masih mengharap melihatku dibawah pohonya menemaniku, walau kini aku akan berusaha membiasakan diri dengan kesendirian.
*salam paling indah pula dariku untukmu, jika bait bait ini tidak sampai padamu kuharap tidak kau lupakan aku yang sedang diam menunggu di tempat duduk di tepi danau. Tempat rahasia kita.
Dan terima kasih atas pemberianmu malam itu. Ia masih indah. Aku akan terus mengharapkan kau terus memberiku di tiap kehadiranya...




          "Sahabatku, saat kita berbuat baik kepada tetangga atau tamu yang datang kerumah kita. Ada makna kebaikan yang harus di cermati untuk bisa disebut sebagai ketulusan. Ketulusan sendiri adalah hal yang amat lembut bersembunyi dilubuk hati dan bukan kata terucap dengan lidah.

Orang yang tidak berimanpun bisa berbuat baik kepada tetangga dengan memberi pertolongan, penghormatan atau santunan materi. Artinya berbuat baik kepada sesama itu hal yang lazim di lakukan, baik bagi yang beriman atau yang tidak beriman.

Yang harus senantiasa kita cermati adalah hal yang akan menjadikan kebaikan itu bermakna adalah Ketulusan, yaitu perbuatan baik yang semata-mata kita lakukan hanya mengharap balasan dari Allah SWT.

Hati-hatilah!! Ternyata dalam Ketulusan ada virus yang menghancurkan makna ketulusan, virus yang amat halus, sehalus ketulusan itu sendiri. Virus tersebut adalah Riyak, atau maksud yang tersembunyi di balik sebuah kebaikan yang dilakukan. Rasulullah SAW pernah menggambarkan virus tersebut seperti“ lembutnya langkah semut hitam yang berjalan dikegelapan malam di atas batu hitam “

Dan kita mungkin tidak menyadari atau bahkan tidak merasakan kapan masuknya virus tersebut, tiba-tiba sudah ada didalam hati.
 
Blogger Templates