"Ada seseorang yang rajin berdoa, minta sesuatu sama Allah. Orangnya sholeh. Ibadahnya baik. Tapi doa tak kunjung
terkabul...
Sebulan menunggu masih
belum terkabul juga. Tetap dia berdoa. Tiga bulan
juga belum. Tetap dia berdoa. Hingga hampir satu tahun doa yang ia
panjatkan, belum terkabul juga...
Lalu dia melihat teman
kantornya. Orangnya biasa saja. Tak istimewa. Sholat masih bolong-bolong.
Kelakuannya juga sering nggak beres, sering tipu-tipu, bohong sana-sini.
Tapi anehnya, apa yang dia doain, semuanya
dipenuhi. Orang sholeh ini pun heran. Akhirnya, dia pun dateng ke seorang
ustadz. Ceritalah dia permasalahan yang
sedang dihadapi. Tentang doanya yang sulit terkabul padahal dia taat,
sedangkan temannya yang bandel, malah dapat
apa yang dia inginkan...
Ada sebuah kalimat bijak yang berbunyi:
"Wanita yang cerdas adalah bukan wanita yang membuat laki-laki mendekat kepadanya tetapi wanita yang membuat laki-laki mendekat kepada Rabb-Nya.
Wanita yang cerdas bukanlah wanita yang mampu menundukkan laki-laki dengan segala kelebihan yang dia miliki untuk mendekat padanya.
Jangan jadi wanita yang membuat laki-laki terfitnah karena semua pesonamu akan membuat laki-laki mendekat padamu.
Wanita adalah sumber fitnah sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Bukhari.
“Tidaklah aku tinggalkan setelahku sebuah fitnah yang lebih berbahaya bagi kaum lelaki daripada fitnah wanita.”

Ramadhan mengajarkan untuk menjauhi maksiat. Maksiat memang dilarang setiap waktu, bukan hanya di bulan Ramadhan saja. Namun kala Ramadhan, kita lebih diperintahkan dengan keras untuk menjauhinya.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. Bukhari no. 1903)
Ini bukan berarti diperintahkan untuk meninggalkan puasa. Namun maksudnya adalah peringatan keras agar tidak berkata dusta. Ini adalah penjelasan Ibnu Batthol, dinukil oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari, 4: 117.
Yang dimaksud qoul az zuur adalah berkata dusta, melakukan ghibah (menggunjing), namimah (mengadu domba) dan mencela muslim yang lain. Sedangkan mengamalkan az zuur adalah dengan malas mengerjakan shalat di waktunya, enggan shalat berjama’ah di masjid (bagi pria), melakukan jual beli yang haram, memakan riba, mendengarkan musik, juga berlebih-lebihan (boros) dalam membuat makanan untuk berbuka karena boros termasuk perbuatan terlarang. (Lihat Syarh ‘Umdatul Fiqh karya Prof. Dr. ‘Abdullah bin ‘Abdul ‘Aziz Al Jibrin, 1: 562)
Ibnul ‘Arobi sampai berkata bahwa hadits di atas berarti siapa yang berpuasa namun masih menjalankan maksiat seperti yang disebutkan, maka puasanya tidak bernilai pahala. (Dinukil dari Romadhon Durus wa ‘Ibar Tarbiyyah wa Isror karya Dr. Muhammad bin Ibrahim Al Hamd, hal. 38).
Al Baidhowi sampai mengatakan, “Maksud puasa bukanlah hanya menahan lapar dan dahaga bahkan hendaklah diikuti dengan menekan syahwat yang jelek. Jika tidak ada maksud itu, maka tentu saja Allah tidak menerima amalan puasa tersebut.” (Idem).
Jadikanlah Ramadhan kita nanti sebagai ajang untuk memperbaiki diri dan moment meninggalkan masa silam yang penuh kegelapan. Moga Allah mudahkan.
"Dari ‘Abdullah bin Mas’ud, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Malulah kalian kepada Allah dengan sebenar-benar malu”. Kami berkata, “Wahai Nabi Allah, sesungguhnya kami malu, Alhamdulillah (segala puji bagi Allah)”. Rasulullah SAW bersabda, “Bukan begitu, tetapi malu kepada Allah dengan sebenar-benar malu itu ialah kamu menjaga kepala dan apa yang ada di dalamnya, kamu menjaga perut dengan segala isinya, dan hendaklah kamu mengingat mati dan kehancuran. Barangsiapa menghendaki akhirat dengan meninggalkan kemewahan dunia, orang yang berbuat demikian, maka ia telah malu yakni kepada Allah dengan sebenar-benar malu”. [HR Tirmidzi juz 4, hal. 53, no. 2575]
Manusia merupakan makhluk Allah SWT yang paling sempurna. Kesempurnaan itu tampak dari dianugerahkannya akal, sehingga manusia seharusnya mampu memilah antara yang hak dan batil. Berbeda dengan makhluk tumbuhan dan binatang, dimana nafsu lebih mendominasi tanpa akal.
Malu merupakan sifat yang mulia. Sifat yang telah diwariskan oleh para Nabi. Islam menganjurkan umatnya agar menjadikan malu sebagai penghias hidupnya. Hiasan yang membawa kebaikan bagi pemiliknya dan menjadi jalan menuju surga.
Manusia merupakan makhluk Allah SWT yang paling sempurna. Kesempurnaan itu tampak dari dianugerahkannya akal, sehingga manusia seharusnya mampu memilah antara yang hak dan batil. Berbeda dengan makhluk tumbuhan dan binatang, dimana nafsu lebih mendominasi tanpa akal.
Malu merupakan sifat yang mulia. Sifat yang telah diwariskan oleh para Nabi. Islam menganjurkan umatnya agar menjadikan malu sebagai penghias hidupnya. Hiasan yang membawa kebaikan bagi pemiliknya dan menjadi jalan menuju surga.
" Kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah, akhlaq yang baik akan membawa kita hidup bahagia di dunia dan di akhirat, dan menyebabkan Allah cinta dan ridla kepada kita. Dan Nabi SAW diutus ke dunia ini untuk menyempurnakan akhlaq.
اِنَّمَا بُعِثْتُ لاُتَمّمَ مَكَارِمَ اْلاَخْلاَقِ. البيهقى، عن ابى هريرة
Sesungguhnya aku diutus ke dunia ini hanyalah untuk menyempurnakan akhlaq yang mulia. [HR. Baihaqi, dari Abu Hurairah juz 10, hal. 192]
Akhlaq yang baik akan membawa kita kebaikan di dunia dan akhirat, namun sebaliknya akhlaq yang buruk akan membawa kecelakaan kita di dunia dan di akhirat, dan Allah murka kepada kita, maka marilah para hadirin sekalian, kita jaga akhlaq yang baik dan kita menjauhkan diri dari akhlaq yang buruk. Allah SWT berfirman :
قَدْ اَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا وَ قَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا. الشمس
Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwanya dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. [QS. Asy-Syamsi : 9-10]
اِنَّمَا بُعِثْتُ لاُتَمّمَ مَكَارِمَ اْلاَخْلاَقِ. البيهقى، عن ابى هريرة
Sesungguhnya aku diutus ke dunia ini hanyalah untuk menyempurnakan akhlaq yang mulia. [HR. Baihaqi, dari Abu Hurairah juz 10, hal. 192]
Akhlaq yang baik akan membawa kita kebaikan di dunia dan akhirat, namun sebaliknya akhlaq yang buruk akan membawa kecelakaan kita di dunia dan di akhirat, dan Allah murka kepada kita, maka marilah para hadirin sekalian, kita jaga akhlaq yang baik dan kita menjauhkan diri dari akhlaq yang buruk. Allah SWT berfirman :
قَدْ اَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا وَ قَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا. الشمس
Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwanya dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. [QS. Asy-Syamsi : 9-10]
"Segala puji hanya bagi Allah, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan kepada seluruh pengikutnya yang selalu mengikuti jalan petunjuk-Nya.
Allah SWT menjajikan curahan Rahmatnya kepada hamba-hambanya yang selalu berbuat baik, sebaliknya Allah juga berkenan untuk menurunkan azab dan siksa bagi makhluq-makhluqnya yang suka berbuat durhaka dan melampaui batas. Dua sisi mata uang yang pasti akan dirasakan oleh setiap umat manusia yang hidup di dunia.
Banyak ayat Allah yang memberitahukan tentang Kehendak Allah untuk menurunkan rahmat-Nya kepada umat manusia yang sedang hidup di muka bumi, antara lain, yang artinya.
Dan ta’atilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat. (QS. 3:132)
Dan al-Qur’an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertaqwalah agar kamu diberi rahmat, (QS. 6:155)
Allah SWT menjajikan curahan Rahmatnya kepada hamba-hambanya yang selalu berbuat baik, sebaliknya Allah juga berkenan untuk menurunkan azab dan siksa bagi makhluq-makhluqnya yang suka berbuat durhaka dan melampaui batas. Dua sisi mata uang yang pasti akan dirasakan oleh setiap umat manusia yang hidup di dunia.
Banyak ayat Allah yang memberitahukan tentang Kehendak Allah untuk menurunkan rahmat-Nya kepada umat manusia yang sedang hidup di muka bumi, antara lain, yang artinya.
Dan ta’atilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat. (QS. 3:132)
Dan al-Qur’an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertaqwalah agar kamu diberi rahmat, (QS. 6:155)
sebagian dari kamu mungkin sudah mengenal atau pernah mendengar kata ta’aruf, di dalam islam sendiri ta’aruf diartikan sebagai mengenal, dalam artian kita tuh di suruh untuk saling mengenal kepada orang lain, ga cuma di lingkungan sekitar aja tapi juga kepada semua, terlebih lagi dengan saudara muslim. Dalam surat cintanya, Alloh menganjurkan kita untuk saling ta’aruf, buat kamu2 yang sudah nikah ayatnya populer banget n biasanya di tempatin di undangan walimah . Yup, bener banget, Surat Al Hujuraat ayat 13, kurang lebih begini arti ayatnya ” Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi MahaMengenal. “
Mungkin sedikit pengertian mengenai ta’aruf tadi sudah membuka wawasan kamu2 semua, paling ga mengerti apa itu ta’aruf maaf taunya baru segitu aja hi hi hi..!! ntar nyambung lagi klo udah baca referensi buku yang lainnya. But, kali ini saya teh mau sharing ke kamu2 semua mengenai ta’aruf yang lebih spesifik, tau donk….!! he he he…!!
Mungkin sedikit pengertian mengenai ta’aruf tadi sudah membuka wawasan kamu2 semua, paling ga mengerti apa itu ta’aruf maaf taunya baru segitu aja hi hi hi..!! ntar nyambung lagi klo udah baca referensi buku yang lainnya. But, kali ini saya teh mau sharing ke kamu2 semua mengenai ta’aruf yang lebih spesifik, tau donk….!! he he he…!!
Langganan:
Postingan (Atom)
